Jumat, 25 Oktober 2013

Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Pengertian penalaran induktif
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Penalaran induktif ini dalam melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
Maksudnya adalah teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci untuk dapat mendeskripsikan gejala dan melakukan generalisasi. Misalnya pada pengamatan atas kaca jika dipanasi sampai 100 derajat celcius lalu dilebur kemudian dapat dibentuk menjadi vas bunga atau barang lainnya.
Contoh penalaran induktif  : kelinci punya hidung, kucing punya hidung, setiap hewan punya hidung. Penalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. Oleh karena itu penalaran induktif memerlukan pengumpulan data dan statistik.

Perbedaan penalaran deduktif dan induktif :
Penalaran deduktif = memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik.
Penalaran induktif = menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.

Jenis – jenis penalaran induktif yaitu :
  1. Generalisasi yaitu  penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Contoh :
•    Regina adalah seorang pramugari, dia berbadan tinggi.
•    Nadia adalah seorang pramugari, dia berbadan tinggi.
Generalisasi : semua pramugari berbadan tinggi.

Macam – macam generalisasi :
A. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
B. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.

  2. Analogi yaitu penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, kita dapat menarik suatu kesimpulan.
Contoh :
Evan adalah seorang altlet renang kebanggaan Indonesia. Setiap hari ia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berenangnya. Begitu pula Angel, ia merupakan seorang polisi wanita yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat memberantas kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.

  3. Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala–gejala yang saling berhubungan.
Macam – macam hubungan kausal :
Sebab – Akibat. Sebab – akibat ini berpola A menyebabkan B.
Akibat – Sebab.  Akibat – sebab ini berpola A akibat dari B
Akibat – Akibat. Akibat – akibat merupakan penalaran yang menyiratkan penyebabnya, Peristiwa akibat langsung disimpulkan pada akibat yang lain. 
Contoh:

Saat ini harga bahan kebutuhan pokok seperti beras, daging dan lainnya melonjak tinggi. Kenaikan harga-harga tersebut mencapai dua sampai tiga kali lipatnya dari harga semula menyebabkan beberapa usaha yang memakai bahan pokok makanan gulung tikar dan sebagian yang lain menaikkan harga dagangannya. Oleh karena itu, biaya hidup anak kost dan para perantau terutama di kota-kota besar apalagi di Jakarta bertambah mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar